FESTIFAL RINDU BUDAYA DUMARING RESMI DI TUTUP SERTA DI WARNAI RITUAL ADAT ,PENANAMAN POHON DAN SERTA PENGUMUMAN SK MHA KELOMPOK PATI RAJA DUMARING

05 September 2026
Administrator
Dibaca 7 Kali
FESTIFAL RINDU BUDAYA DUMARING RESMI DI TUTUP SERTA DI WARNAI RITUAL ADAT ,PENANAMAN POHON DAN SERTA PENGUMUMAN SK MHA KELOMPOK PATI RAJA DUMARING

Dumaring, Kabupaten Berau – Rangkaian kegiatan Festival Rindu Budaya Dumaring resmi ditutup setelah berlangsung dengan meriah dan penuh semangat kebersamaan masyarakat. Acara penutupan menjadi momentum penting dalam memperkuat pelestarian adat, budaya, lingkungan, serta keberadaan masyarakat hukum adat di Kampung Dumaring.

Penutupan Festival Rindu Budaya Dumaring turut diwarnai dengan ritual adat yang menjadi bagian penting dari pelestarian tradisi dan kearifan lokal masyarakat Dumaring. Ritual tersebut berlangsung dengan khidmat dan menjadi simbol penghormatan terhadap adat istiadat serta warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Selain kegiatan adat, acara juga diisi dengan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan upaya menjaga alam Kampung Dumaring. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga hutan, sungai, dan lingkungan sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat serta potensi wisata Kampung Dumaring.

Momen yang tidak kalah penting dalam penutupan festival adalah pengumuman Surat Keputusan (SK) Masyarakat Hukum Adat (MHA) Kelompok Pati Raja Dumaring, yang disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Berau, Bapak M.Hendratno.S.STP ,MH.AP.

Pengumuman SK tersebut menjadi sebuah langkah bersejarah dan bentuk perhatian terhadap pengakuan, perlindungan, serta pelestarian keberadaan masyarakat hukum adat beserta adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Dumaring.

Kepala Kampung Dumaring menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Rindu Budaya Dumaring. Mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, panitia, masyarakat, pemuda, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Festival Rindu Budaya Dumaring diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kebersamaan masyarakat, serta memperkenalkan potensi adat dan budaya Dumaring kepada masyarakat luas.

Dengan berakhirnya festival, semangat untuk menjaga adat, budaya, lingkungan, dan warisan leluhur diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari pembangunan Kampung Dumaring yang berkelanjutan.

Festival Rindu Budaya Dumaring resmi ditutup. Semangat adat dan budaya Dumaring terus hidup dan lestari.